 Kalimat ini mengandung arti bahwa walaupun sangat akrab sekalipun, tetap harus ada tata krama yang harus dipatuhi. Ketika baru saja mulai berkenalan dan bergaul, tentunya kita akan merasa risih dan sungkan, bukan ? Pada awalnya, kita segan untuk berbicara tentang diri kita pribadi atau minta tolong sesuatu kepada orang lain. Meskipun memang ada kalanya kita merasa kaku mengobrol kalau kita harus juga memikirkan kedudukan lawan bicara kita. Tetapi, sedikit demi sedikit, ketika kita telah semakin akrab, kebekuan pun akan mencair, dan kita akan bisa membicarakan perasaan kita dengan terus terang. Dia juga akan mulai membuka hatinya dan berbicara tentang dirinya, ini akan membuat saling pengertian semakin mendalam. Kemudian kedua-duanya akan lahir perasaan tenang bahwa seandainya ada sedikit kesalahan pun tentunya akan saling memaafkan. Pergaulan dengan orang lain, yang membuat hati senang seperti itu akan sangat membahagiakan, tetapi sebaliknya, ketika perasaan tenang itu keterusan, akan membuat kita terlena dan melupakan rasa sungkan pada perasaan dan kedudukan teman, ini akan menjadi penyebab hubungan menjadi memburuk. Kalimat "Dalam keakraban pun tetap ada tata krama" ini menyatakan agar kita tidak melupakan tata krama kepada temen akrab sekalipun. Tapi walau begitu, kalau kita terlalu memikirkan tata krama, maka hubungan kita akan menjadi kaku. Mencari keseimbangan inilah yang sulit, jadi camkanlah selalu di dalam hati agar kita bersikap dengan memikirkan kondisi teman kita.   | kalo teman songong gmn mba...kaya kita bedua.............. |
 | Rosa Sensei memang pantas mendapat acungan jempol kedua tangan, yang selalu menanamkan sopan santun dan tata krama, tanpa mempertimbangkan kondisi dan situasi. Apllus untuk Sensei ,,,,,,,,,, |
 | Rosa Sensei memang pantas mendapat acungan jempol kedua tangan, yang selalu menanamkan sopan santun dan tata krama, tanpa mempertimbangkan situasi dan kondisi. Apllus untuk Sensei ,,,,,,,,,, |
| |